Tampilkan postingan dengan label cerpen gokil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen gokil. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Juli 2014
ADA APA-APA DENGAN CINTA
Beberapa bulan yang lalu, sejak pertama kali Rangga
mengenal Cinta… sekolah mendapatkan gairah dan gossip terbaru. Mereka tampaknya
lebih terkenal dari pasangan seleb legendaris – Cut Menari dan Ariel Peterporn.
Setiap hari, setiap saat… Rangga sering menemui
Cinta, dan Cinta sering ditemui Rangga (contoh pemborosan bahasa banget, nih). Pria
yang tampan, tegap, berambut ikal itu memang unik. Perpaduan wajahnya sudah
bagaikan penyatuan dari Nicholas Saputra, Limbad, dan Pak Tarno. Sedangkan
Cinta adalah seorang manusia dengan rambut lurus panjang dan kulit kuning
langsat, hanya saja dengan ciri yang sangat spesifik dan perbedaan yang besar.
Banyak yang mengatakan kalau Cinta bukanlah wanita. Andaikan ada yang melihatnya
sekilas, pastilah orang itu akan berkata bahwa Cinta adalah Dian Sastro yang
dianugerahi rangkaian kumis, jenggot, dan cambang (wow???).
Ada satu hal yang mengikat antara Cinta dan Rangga
dari hati yang terdalam. Mereka berdua sangat menyenangi puisi dan kata-kata
yang indah. Setiap hari, Rangga yang kemayu dan sangat feminim selalu menulis
puisi untuk Cinta yang malah terlihat lebih kekar dan jantan. Ada sebuah puisi
yang sangat Cinta sukai. Judulnya ialah : “Aku” karya Chairil Anwar. Setiap
hari ia menyuruh Rangga membaca itu, pada saat kalimat pertama yang berbunyi :
“Aku adalah Binatang Jalang”… Cinta segera mengambil sebuah cambuk dan memecut
pria tersebut. Ini pacaran atau penyiksaan ya…?
Pada suatu sore yang tenang di taman, Rangga dan
Cinta duduk berdua. Tidak ada orang lain di tempat mereka berdua, kecuali
beberapa rombongan ibu-ibu pengajian. Rangga (seperti biasanya) segera
memberikan puisi romantis untuk Cinta. Mata dan kumis Cinta segera basah, ia
terharu.
Cinta minta Rangga untuk membacakan puisi itu.
Rangga tersenyum dengan gaya yang lemah gemulai sambil membenarkan sebuah pita
kecil di rambutnya yang ikal dan gondrong.
“Puisi
untuk Cinta…”
Serunya. Saking terharu, jenggot Cinta segera saja
berkilatan karena cucuran air mata romantis.
“Cinta…
oh… Cinta…”
Kalimat pertama dibacakan, Cinta hampir pingsan,
hidungnya mengeluarkan ingus dan mimisan.
“Cinta…
hanya kaulah gadis di dalam hidupku, meskipun kau tidak tampak seperti gadis
sama sekali…”
Wajah Rangga sangat serius, ia menghirup nafas dalam-dalam.
“Cinta…
andaikan aku ini tanaman, kau ibarat hama werengnya! Andaikan aku ini sapi, kau
pastilah si tukang jagalnya!”
Ratusan ibu-ibu pengajian menengok Rangga dengan
sangat heran begitu ia membaca keras-keras kalimat tersebut. Mereka berdua tidak
terlihat seperti orang pacaran, malah lebih tampak seolah-olah mereka itu
adalah dua orang pelajar yang mungkin saja mengidap autis.
“Cinta…
oh Cinta…”
Rangga melanjutkan kembali puisinya. Ia fokus sekali
di depan kertas sehingga tidak melihat Cinta yang sangat antusias dan sudah
memakan rumput (saking tidak sabar menunggu kalimat yang lain).
“Oh
my God Cinta… engkau bagaikan bidadari yang tampak seperti setan! Engkau
bagaikan seorang Puteri yang telah salah asuhan!”
Cinta mendesah dan berteriak histeris mendengarnya. Rangga
tersenyum, dan rombongan ibu-ibu mulai menggesek-gesekkan jari mereka di dahi
masing-masing.
“Cinta..
oh Cinta…”
Ucap Rangga kemudian.
“Meskipun
orang lain tidak percaya bahwa kau wanita… tapi bagiku. Engkau memang seperti
laki-laki! Mari kita selalu bersama sehidup-semati! Aku sendiri hidup… dan kau
yang mati.”
“Oh
Rangga! Kau terlalu besar memujiku!”
Seru Cinta cepat menghentikan puisinya. Rangga
dipuji, Rangga tersenyum. Ia dengan cepat membenarkan pita bibir di rambutnya
kembali. Bagi mereka, ini adalah surga. Bagi rombongan ibu-ibu yang melihat,
ini adalah sebuah tanda-tanda kalau kiamat sudah sangat dekat sekali.
Setelah Rangga selesai dengan puisinya, ia segera
mengambil sesuatu yang lain. Sebuah kalung rantai besar, yang biasa
dipergunakan orang untuk mengikat kapal kecil. Cinta mendelik dan kaget, untuk
apa itu?
Rangga tersenyum lagi. Ia mengatakan kalau benda itu
akan dipergunakan untuk mengikat cinta di dalam kandang agar mereka tidak bisa
berpisah lagi. Seorang ibu-ibu dari rombongan yang menonton tingkah mereka
segera memberikan pesan singkat kepada polisi dan psikiater untuk menangkap dua
orang itu.
“Rangga…
kamu terlalu baik. Tunggu, aku ada juga bingkisan buatmu”
Seru Cinta yang merapikan janggut dan kumis sebelum
ia merogoh ke dalam tas sekolah yang terbuat dari kotak besi. Ada sebuah benda
yang harus dimiliki oleh Rangga saat ini, benda itu dinamakan “Taser”.
“Ini
buat apa Cinta?”
Tanya Rangga.
“Ini
buat menyetrum kamu, agar selau cinta denganku!”
Ujar Cinta riang, sedang Rangga mendadak pucat dan
takut. Taser yang Cinta pegang mempunyai kekuatan 5500 Watt – 220 Volt, benda yang mampu membuat pingsan Kuda Nil. Rangga
takut kalau dihajar dengan itu, ia akan mati terlebih dahulu sebelum kawin.
Rangga mengucapkan kalau Taser terlalu berbahaya. Cinta
mengangguk, dan ia mengambil sebuah barang yang lain.
“Kalau
ini?”
Ada sebuah botol kecil dengan kaca yang kecoklatan.
Tampak aman, tetapi Rangga harus bertanya lebih lanjut.
“Ini
apa Cinta?”
“Oh…
ini botol ramuan ajaib! Sekali minum, pasti kamu mabuk kepayang denganku!”
Rangga mengernyit.
“Memangnya
itu ramuan apa?”
“Namanya
“Cinta Milk”! Isinya adalah susu kucing yang dicampur dengan oli mesin, sayang…
minum yah?”
Cinta bertingkah semakin aneh. Ada Apa-Apa Dengan Cinta… ia terlihat ingin membunuh pacar yang
kemayu itu.
“Nggak!
Aku nggak mau!”
Rangga menolak, dan akhirnya Cinta langsung naik pitam.
Dengan segera ia merobek baju sekolahnya, ternyata tubuhnya sudah dilapisi oleh
sebuah T-Shirt bergambar tengkorak!
“Cinta!?!”
“Minum
lu! Awas, gua bantai entar!!”
Cinta mengancamnya dengan mengacungkan sebuah tinju dari
tangan yang kekar, penuh urat, dan berbulu. Sedang Rangga menangis kencang
sehingga bedak dan gincu di wajahnya luntur.
“Cinta!
Kamu nggak seperti perempuan!”
Seru Rangga takut, ibu-ibu yang melihat kegiatan
mereka… semuanya mengambil handphone masing-masing. Ada yang menghubungi
polisi, ada yang menelpon TNI, ada juga yang segera memanggil tukang gali kubur
terdekat. Rangga benar-benar ketakutan setengah mati, apalagi kursi taman
tempat mereka duduk sudah dijatuhkan dan dimakan oleh Cinta dengan rakus.
“Cinta…?
Ada apa sih? Kok kamu kayak gitu, sayang???”
Pekik Rangga dengan keringat yang juga sudah
melunturkan eye-shadow yang ia pakai.
Cinta tertawa, ia segera berujar :
“Kamu
bilang aku tidak seperti perempuan!?!”
Hardik Cinta dengan suara yang berat dan garang.
“I…
iya! Ha.. habis kamu kayak gitu!”
Seru Rangga khawatir bukan kepalang.
“Aku
memang bukan perempuan, bego!!!”
Rangga terperanjat dan terbangkit dari posisi
duduknya.
“Jadi…
jadi kamu bukan wanita?”
“Ya
iya lah! Coba kamu lihat, aku sekolah aja pake celana panjang, bukan rok!!”
“Ta…
tapi selama ini?!”
“Selama
ini aku berbohong Rangga! Aku sengaja memperalatmu agar dendam keluargaku bisa
tersampaikan!”
Rangga memukul dahinya dengan keras. Ia sangat
bodoh, bodoh sekali! Seharusnya ia tahu, kalau seorang wanita itu ciri-cirinya
tidak akan mempunyai kumis, cambang, dan jenggot! Dari kejauhan, para polisi,
tentara (mulai dari angkatan laut-darat-udara-dunia lain) sudah datang. Mereka menerima
pesan singkat dari para ibu-ibu.
Rangga setengah mati bertanya, kalau ada salah apa
keluarganya dengan Cinta selama ini. Cinta mengatakan kalau nama aslinya itu
Sumarno, Rangga mendelik terkejut. Sumarno memang bukan nama yang asing. Sumarno
adalah seorang anak dari tukang kebun yang dipecat oleh keluarga Rangga karena
rumput yang dipotongnya kurang tipis 1 mili.
Nyawa Rangga di ujung tanduk! Untung saja aparat
cepat bertindak untuk mengamankan situasi itu.
“Jangan
bergerak! Tangan di atas, gerakan sempurna, lalu goyang poco-poco!”
Hardik mereka ke arah Cinta (alias Sumarno), dan
Rangga. Rombongan ibu-ibu pengajian sudah berkemas ingin pergi, dan menyerahkan
urusan mereka kepada para aparat yang juga sudah membawa sebuah tank itu.
“Ah..
akhirnya”
Rangga sangat lega karena berhasil terhindar dari
pembunuhan yang keji. Ia segera mendekat ke aparat, tetapi para aparat malah
berteriak lagi.
“Kau!
Diam di tempat!! Yang kumisan dan berjenggot, segera berlindung!”
“APA!?!”
Rangga heran, kok bisa-bisanya ia yang dituduh
sebagai tersangka? Cinta (alias Sumarno) yang jelas-jelas ingin membunuhnya
malah disuruh berlindung??
“Pak!
Yang korban itu saya!!! Saya mau disetrum, diracun, dan dibunuh!!!”
Teriak Rangga sebal, ia benar-benar tidak mengerti
(begitu juga dengan penulis). Hehehe…
“Alah!
Kamu alasan! Sekarang ikut ke kantor!!!”
Salah seorang petugas segera memborgol Rangga dengan
cepat.
“Ta…
tapi salah saya apa pak!?!”
Rangga masih berusaha berontak dan menjelaskan
situasi.
“Banyak!
Kamu tahu nggak, kamu tampak mencurigakan! Kamu cowok, tapi pake rok – pita –
dan dandanan kayak gitu… pasti kamu banci yang lagi ngamen kan!?! Ikut saya!
Saya akan serahkan kamu pada Kamtib!”
Rangga sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa. Penampilannya
memang terlihat sangat salah hari ini, bahkan ia juga memang membawa
kerincingan tutup botol yang biasa digunakan para pengamen di dalam tas. Sebagai informasi rahasia, siang hari memang
Rangga selalu dipanggil “Rangga”, tetapi kalau malam… Rangga dipanggil “Reni”.
“Pak!
Ampun pak! Rempong deh, eke belom ngamen tahu!!!”
Teriak Rangga spontan, ia tidak mau diserep ke
kamtib, tetapi mau apa lagi? Sudah tidak ada harapan. Akhirnya seperti itulah
para pembaca yang normal dan budiman. Rangga ditangkap dan diberikan bimbingan,
orang tuanya dipanggil. Sedang Cinta (alias Sumarno) jelas merasa menang. Ia
tidak dicurigai sebagai banci, karena siapa saja tahu kalau ia pria… bukan
seorang gadis. Hanya Rangga saja yang terlalu bodoh untuk tahu perbedaan antara
wanita dan laki-laki. Jadi, Ada Apa-Apa
Dengan Cinta? Benar, ada apa-apa sekali! Gara-gara “ada apa-apa” itulah Rangga
masuk dalam jebakan, yang akhirnya ditangkap oleh aparat ke kantor kamtib.
Senin, 21 Juli 2014
BRUCE WAYNE SAD ENDING
This Parody is written by Julian Aditya
Sejak Kota Gotham mulai diamankan oleh Bruce Wayne, sudah sering sekali penjahat besar tertangkap. Dalam
kurun waktu 10 tahun terakhir saja tidak ada yang bisa mengelak dari aksi
pahlawan bertopeng tersebut. Sebutlah salah satu, namanya Melati… (eh maaf,
nama Melati biasanya diidentifikasikan sebagai sebutan untuk korban
pemerkosaan.) Sebutlah salah satu, yaitu Joker. Rencana yang telah ia susun
dengan sempurna, harus hancur berantakan. Joker sendiri gagal dalam merampok
sebuah bank. Ia dibawa ke polisi, kemudian dihukum seumur hidup untuk menghibur
para caleg yang gagal di dalam pemilihan. Joker sendiri artinya seorang
penghibur, isn’t right?
Intinya, Batman sudah tidak punya
siapapun lagi untuk dilawan. Siapa yang ingin dia tangkap lagi? Tidak ada. Berbekal
alasan itulah Batman harus segera melakukan ekpansi ke kota dan Negara lain.
Kalau tidak, kemampuannya sebagai penegak keadilan akan segera memudar.
Beruntunglah Indonesia! Beruntunglah
Jakarta, baby! Setelah Bruce Wayne
menyuruh Alfred untuk mengecek tempat mana yang harus dengan segera diamankan… Alfred menyarankannya memilih tempat
yang sudah kita sebut. Warga Jakarta juga pastinya akan senang. Walaupun Jokowi
dan Ahok kemarin sudah melarang pertunjukan “topeng monyet”, sekarang ada
penggantinya yaitu “Topeng Kelelawar”.
“Gila!
Tempat apa ini!?!”
Bruce Wayne terpekik begitu pertama
kalinya ia masuk ke tengah kota, tepatnya di Glodok. Ia merasa merinding, tetapi
bukan karena melihat penjahat seperti Poison
Ivy, Mr. Freeze, Riddleman, dll. Ia hampir pingsan sewaktu masuk ke kawasan
Glodok… dan ia menemukan banyak sekali VCD/DVD
yang membuat seluruh seri film Batman dalam bentuk bajakan (udah bajakan,
diobral lagi)! Bruce Wayne merasa sangat sedih, lantas ia segera kembali ke
kendaraan.
Begitu sampai ke kendaraan, Bruce
Wayne kembali terpekik kaget. Bukan ia melihat sosok seorang Pinguin yang ingin menjadi walikota,
matanya hampir keluar karena melihat mobil mewahnya itu sudah tidak ada kaca
spion!
“Ah,
ini sudah luar biasa!”
Seru Bruce Wayne tegas. Ia dengan
segera menelpon Alfred di Gotham, tapi untuk saat ini pembantunya itu sedang
tidak ada di rumah. Alfred sekarang sedang sibuk mengurusi Cat-Woman yang melaunching album dangdut koplo terbaru, dengan
judul “Kucing Garong dimakan ikan”.
Dengan dongkol Bruce Wayne segera
pergi, ia pulang ke hotel dengan wajah yang masam. Di Hotel…
“Pak!
Ada tamu di lobi!”
Bruce Wayne bingung. Belum satu
hari, kok sudah ada tamu yang datang? Dia segera melangkah dengan bergegas
menuju lobi tempat pertemuan. Kaget sekali dia, karena lobi tersebut sudah dipenuhi
oleh orang-orang aneh… hanya satu orang saja yang tidak terlihat mengerikan.
“Err…
Mas Bro Bruce! Hello!”
Salah satu yang duduk disana segera
berdiri, tubuhnya hijau dengan sedikit ditutupi pakaian. Bruce Wayne bertanya
darimana ia tahu wajahnya, dan rencana ia datang. Mahluk hijau tersebut
menjawab kalau ia dapat bocoran melalui paranormal terkenal “Ki Joko Bodo” dan
menyebarkannya ke berbagai akun Whats-App.
“Baiklah.
Baiklah kalau begitu, tapi Hulk. Sejak kapan kau ada disini?”
Tanya Bruce Wayne yang merasa
mengenal sosok tersebut. Tetapi Si Hijau malah tertawa terbahak-bahak.
“Aku
bukan Hulk mas bro! Aku ini Kolor ijo! Perkenalkan…”
Tidak bisa disangka-sangka. Tokoh
penjahat lokal, mengunjungi tokoh pahlawan yang terkenal secara global! Maksud Kolor
Ijo datang ialah untuk menyebutkan, kalau mohon pertimbangan untuk menangkap
dan menggulung bisnisnya di seputaran lokalisasi dan hiburan malam. Setelah
Kolor Ijo puas berbicara, satu mahluk lagi yang datang.
“Ini
siapa? Ah, aku tahu! Kau Professor McGonagall dari serial Harry Potter, kan?!”
Bruce Wayne salah lagi. Yang datang
itu memang seorang wanita tua, tetapi bukan Prof. McGonagall.
“Saya
teh Mak Erot akang… ini kartu nama emak. Sudah ada alamat web dan emailnya loh!”
Bruce hampir pingsan. Setelah ia
mengecek alamat web tersebut melalui smart-phone,
yang muncul adalah berbagai macam foto-foto yang tidak pantas untuk dituliskan.
Ya sudah, biarlah Mak Erot. Ada orang yang lain ikut menyapa…
“Kamu
siapa?”
Bruce Wayne benar-benar tidak kenal
orang ini. Tidak bisa menebak-nebak sembarangan.
“Saya
bukan siapa-siapa mas, saya janda… mau nikah nggak?”
“APA!?!”
Melihat semuanya adalah orang aneh,
Bruce sudah tidak tahan. Ia langsung berlalu pergi meninggalkan kerumunan yang akhirnya
sibuk berceloteh itu.
“Bruk!!!”
Lelah dan tidak tahan dengan
berbagai tekanan… Bruce Wayne langsung merebahkan diri di kamar hotel. Tubuhnya
merasa sakit sekali, karena yang menerima tubuhnya itu bukan ranjang, melainkan
wastafel.
“Aaaah…
sial!”
Bruce segera menelpon Alfred, ia
tidak tahan di Jakarta. Lebih baik ia pindah ke kota yang lain.
“Bip!”
“Disini Alfred, maaf saya sedang
tidak ada di rumah. Dan memang rumah kediaman saya yaitu rumah Bruce Wayne
sekarang kondisinya sedang terbakar. Mohon tinggalkan pesan…”
“Krak!!!”
Emosi mendengar nada pesan yang
ditinggalkan Alfred, Bruce langsung meremas telpon genggamnya. Ia sangat emosi,
marah! Kok bisa rumahnya terbakar??? Beberapa menit setelah itu Bruce segera
mencoba menghubungi Alfred lagi, tapi percuma. Smart phone itu sudah rusak
karena tergenggam keras.
“Aaaah!
Jadi aku harus bagaimana nih!?!”
Bruce Wayne jadi bertambah galau.
Apa yang harus ia lakukan disini sementara rumahnya di Gotham sudah menjadi abu
dan arang? Dengan segera Bruce langsung mengambil keputusan! Ia keluar dengan
tergesa-gesa dari kamar menuju lobi, dan…
“Kolor
Ijo!”
“Ya
Mas Bro?!”
“Apakah
kau punya rumah kost untuk tinggal?!”
“Ada
mas bro, di kolong jembatan! Mau?”
“Oke!
Dan kau Mak Erot?”
“Nuhun
akang? What happened aya naon?”
“Adakah
pekerjaan di tempat pijat xxx emak???”
“Aya,
aya! Jadi tukang ukurnya yah?”
“Tidak
masalah! Dan mana janda itu?”
“Disini!
Disini cinta…”
“Aku
ingin menikah denganmu!”
“Tapi
bagaimana dengan Marry Jane?”
“Marry
Jane itu pacarnya Spiderman, goblok!”
“Ooooh…
kalau Sisilia bagaimana?”
“Aduuuh,
itu nama sebuah pulau di Italia! Kamu mau apa nggak?!”
“Mau!
Mau! Mau!!!”
Dari pembicaraan di atas. Apakah sebenarnya
yang dilakukan dan tengah dihadapi oleh Bruce Wayne? A. Bruce Wayne mendadak
gila karena terlalu banyak tekanan? B. Bruce Wayne marah dengan Alfred sehingga
melakukan hal-hal yang tidak masuk akal? C. Bruce Wayne ingin menjadi orang
Indonesia dengan segala keunikannya? D. Semua benar. Ya, jawabannya adalah
point D, semua benar.
Kota Gotham telah menjadi terlalu damai
baginya. Kalau tidak ada penjahat besar, siapa yang ingin mengajaknya main film
lagi? Tidak ada kan? Sedangkan di Indonesia sendiri kesempatannya sangat
banyak. Walaupun tidak ada industry sekelas Hollywood,
bisa saja dia merekam adegan bersama isteri barunya… dan menguploadnya dalam format
3gp dengan judul “skandal pahlawan edan”.
Singkat cerita, akhirnya semua
sudah diputuskan. Alfred sendiri sudah minggat dari rumah Bruce yang terbakar,
dan sekarang bekerja menjadi pelayan sebuah restoran kebab. Seru sekali
membayangkan kisah yang antiklimaks ini. Dari seorang Bruce Wayne yang
tersohor, kaya raya, bisa membeli apapun, dan selalu berjuang membela
kebenaran. Ujung-ujungnya menjadi Bruce Wayne yang hidup di kamar kost, bekerja
sebagai pengukur *****, harus ngutang di warung, dan berjuang di tempat
lokalisasi dan hiburan malam. Oh, Bruce Wayne… Jakarta, lebih kejam dari Ra’s Al-Ghul bukan?
Minggu, 20 Juli 2014
NEW HARRY POTTER STORY
HARRY POTTER AND THE BACTERIA FORMULA MILK
just 4 fun
HARRY POTTER DAN SUSU FORMULA BERBAKTERI
Sekuel ini lahir dari sebuah kisah dimana Harry Potter baru saja memasuki sekolah penyihir Hogwarts. Mas Harry yang masih kecil bin imut-imut masih sedikit trauma atas sebuah penyerangan perdana oleh salah satu antek Lord Voldemorts. Dimana pasca kejadian itu, ia tampak agak bingung... agak resah dan gelisah... sampai jadi kurang gizi! Tak ayal, kejadian ini pun mengundang rasa iba dari dua teman akrabnya Ron dan Hermione, plus dengan Mbah Dumbledore sang kepsek. Mereka mencoba mendekati dengan harapan Mas Harry curhat,tapi ternyata semua usaha itu gagal my friend! Mas Harry-nya tetap diam seribu bahasa, harus dicari jalan keluar agar dia bisa bahagia kembali.Banyak sekali cara yang telah dilakukan Ron, Hermione, Hagrid, Dumbledore, dkk untuk membuat Harry Potter tersenyum. Ron mengajaknya nonton film layar tancep dikeluarahan, tapi ternyata Harry Potter tidak suka film "Satria Bergitar"! Hermione dengan inner beauty-nya ngajak Harry pergi ke salon, eh... dia malah kabur gara-gara rambutnya mau dipotong mohawk! Hagrid juga gagal untuk mengangkutnya pergi lihat komodo (kata Mas Harry, Komodo sudah terancam tidak masuk nominasi keajaiban dunia). Apalagi Dumbledore, jangankan berhasil ngajak main catur... tuh anak malah ngabur lagi! Dia pergi ke warnet untuk main game online, cuy! So, Semua usaha dari mereka sia-sia! Lalu apalagi yang bisa membuat Mas Harry Potter ceria kembali???
Pikir punya pikir, analisis demi analisis pun dikeluarkan! Harry Potter harus bahagia, layaknya pasangan Anang dan Ashanti. Kemudian... akhirya Prof. Snape pun memberikan sebuah ide pada Dumbledore :"Mister, gini aja... suruh dia main Quidditch! Buka kejuaraannya, sapa tahu dia pengen jadi juara tahun ini!".Jawab Dumbledore :"Waduh, mancap juga ide lo! Ok deh cuy!" Naaah setelah ide itu disetujui, barulah pada akhirnya turnament Quidditch pun dimulai! Sampe-sampe Malfoy yang rada sentimen pun mengkel, dan menggerutu sinis. "Alah tuh bocah, broken heart aja kok pake bikin heboh satu sekolah sih!?!? Maklum brohters, Malfoy pada saat ini sedang tergila-gila dengan sinetron para remaja di TV.
"JRENG!!!"
Akhirnya, kejuaraan Quidditch pun dimulai! Semua asrama mulai dari Gryffindoor sampai Slytherin pun berkemas dan mempersiapkan jagoannya masing-masing! Tak terkecuali Harry Potter, dia harus ikut, karena tugasnya sebagai seorang seeker. Beruntung disaat itu tim dari Gryffindoor tidak sedang dilanda dilema peralihan kepemimpinan, sehingga proses pemilihan para atletnya menjadi tidak terganggu. Pertandingan pertama ini harusnya tidak disia-siakan dari para sahabat Harry Potter untuk mentrigger agar dia bisa menjadi normal kembali. Pertandingan pun dimulai, lalu terbanglah Harry dengan Nimbus 2000 kesayangannya itu!
"WUSSSH!!!!"
Harry Potter dkk melesat! Orang-orang berteriak: "Gryffindoor selalu terdepan!". Lalu dibalas dari teriakan dari yang lain :"Slytherin memang tiada duanya!". Pertandingan itu berlangsung seru sampai para wartawan dari seluruh penjuru negeri sihir harus meliput! Mereka berharap akan menemukan aksi-aksi menarik di lapangan, tapi ternyata mereka mendapat pemandangan yang lebih menghebohkan dari itu. Mereka hampir tak percaya dengan apa yang mereka temukan. Di bangku penonton, persis daerah VVIP, ternyata telah duduk seseorang yang sangat jahat dan seharusnya berada di rutan Azkaban! Orang itu bernama Gajous Trantanz (tokoh baru)! Dia adalah seorang anak buah lainnya dari Lord Voldemort sekaligus anggota perkumpulan Death eaters. Ron dan Hermione pun ikut panik melihat orang ini, lalu mereka putuskan untuk pergi dari bangku penonton. Lalu bagaimana dengan Harry Potter? Celaka! Harry Potter terlihat kehabisan tenaga dalam permainan itu!
"Ron! Mampus deh, lo lihat kan!?! kenapa Gajous ada disini!?!"
"Bukan kali Her! Gajous itu rambutnya nggak panjang!"
"Goblok lu! Bisa aja dia pake rambut palsu! Mikir dong coy!"
Itulah perdebatan Ron dan Hermione sambil tergopoh-gopoh turun. Sementara itu, di lapangan Harry Potter nampak tersiksa dan hampir mati! Lalu Dumbledore juga tidak mau tinggal diam. Ia menyuruh panitia untuk menghentikan pertandingan, kemudian mempersiapkan untuk evakuasi penonton dan siapa saja yang hadir disana. Kepanikan terjadi, tapi berkat profesor Snape... semuanya berhasil ditenangkan dan Gajous pun hilang semerta-merta dari bangku peredaran!
"Snape! Coba elu cek, jangan-jangan Gajous lari ke kamar rahasia kita!!!"
"Busyet pak, emang kamar rahasia kita masih ada gitu? Bukannya udah dijual ke pihak asing!?!"
"Ya masih ada lah! Nggak semuanya kaleeee!"
Dumbledore dan Snape sedikit berdebat, tapi akhirnya hipotesis dari Dumbledore yang dipakai. Snape lari mencari Gajous, Dumbledore terbang menyelamatkan Harry Potter dari kecelakaan penerbangannya sendiri. Ia ingin membawa Harry ke rumah sakit, tapi urung. Dumbledore teringat kalau dia pernah mendapat kasus disaat mengklaim rumah sakit terdekat itu. Dumbledore pun lalu menggendong Harry Potter di atas bahunya, ia sudah tidak percaya lagi dengan kemanan dalam sekolahnya sendiri. "Banyak teroris, gila bener dah!"
Sementara Dumbledore sibuk mengurus Harry Potter, sudah sampai sejauh mana Gajous Trantanz lari? Ah! Lagi-lagi profesor Snape terlambat! Ternyata sang penjahat itu memang sudah lama sampai di kamar rahasia, dan ke-gape oleh Ron dan Hermione! Mereka sempat beradu sihir, uji mantra, sampai adu debat kusir bak hak interpelasi!Tidak lama Gajous pun tertangkap, maklum... sebelumnya ia hanya ditugaskan oleh Lord Voldemort untuk berbuat kejahatan didunia administrasi saja. Ron dan Hermione bertanya untuk apa ia masuk kesini, dan Gajous menjawab dengan mengacungkan sebuah buku yang ia peluk di dadanya ( wah ternyata buku itu berisi pencitraan dari Lord Voldemort untuk dimasukkan secara diam-diam di kurikulum!). Lalu, apakah Gajous memang dikirim jauh-jauh cuma untuk melakukan tugas kejahatan akademik saja? Tidak! Setelah Snape datang, ia memaksa Gajous untuk membuka mulut! Dengan proses interogasi darurat dan todongan tongkat sihir di depan matanya, Gajous takut! Ia Mengaku telah menyeludupkan sesuatu yang lain pada area dapur sekolah Hogwarts!
Fakta penyeludupan Gajous kembali membuat kaget! Ron dan Hermione akhirnya pergi dengan cepat menuju dapur, meninggalkan Snape dengan sang penjahat tersebut. Mereka membongkar apa saja yang mencurigakan disana, mulai dari peti es ikan dan bakso (kalau-kalau ada yang mengandung formalin), bungkusan harum manis (siapa tahu dimasukin pengawet dari bahan cat), sampai kardus-kardus mie (jangan-jangan ada kadar bahan kimia yang tidak bisa diolerir). Semua telah diperiksa, hasilnya negatif. Tapi Ron dan Hermione tidak berputus asa secepat itu. Ia teringat kalau harry Potter sering meminum susu akhir-akhir ini!
"Ron, coba deh elo bikin susu dari produk kemasan itu! Ntar gua yang mantrain!"
Hermione berteriak. Ia sangat yakin kalau susu kemasan yang ada disana-lah yang membuat kekacauan pada sahabatnya itu. Awalnya Ron tidak mau, tapi setelah dipaksa... Ron luluh juga. Ia membuat susu, dan Hermione memberi mantra, lalu apa yang mereka temukan!?!
"Bussyeeeet! Ini kan susu formula berbakteri!!! Jadi ini yang sering diminum mas Potter!?!"
Mereka berdua berteriak kaget. Bagaimana tidak? Siapa yang akan menyangka kalau di kandungan susu yang biasa mereka minum harus ada sesuatu yang merugikan didalamnya? Fakta ini lalu disampaikan kepada prof. Dumbledore, tapi Snape si ahli ramuan malah bingung dan membantah.
"Nggak mungkin! Gua udah periksa, dan susu ini sama sekali nggak mengandung bakteri kalau dipanaskan lewat dari 100 derajat celcius!"
"Yaaa kali-kali aja kita kecolongan, Gan! Emang gua yang salah, selama ini pengawasan makanan dan minuman nggak pernah ketat di sekolah ini!"
Dumbledore pun sama yakinnya dengan Ron dan Hermione. Snape juga dipaksa untuk ikut yakin, pasalnya susu tersebut memang telah dimanipulasi oleh Gajous Trantanz dan ditujukan khusus kepada Harry Potter. Mereka memang terkejut, tapi akhirnya lega. Karena kejadian ini berhasil diketahui secara cepat, dan ditangani oleh para pakar yang tepat, bersama dengan kepala sekolah yang jujur, adil, dan tegas! Akhirnya Harry Potter pun selamat, Gajous Trantanz dipenjara lagi, kemudian kepala penjara Azkaban dipecat dari posisinya.
Lalu apakah setelah kejadian ini Harry Potter benar-benar bisa ceria kembali seperti sedia kala? Ah tidak! Susu formula dalam kemasan yang berbakteri itu memang telah membuatnya lemah, tapi bukan penyebab dari semua yang terjadi. Setelah Harry Potter siuman, ia akhirnya mengakui sebuah rahasia yang lain kepada teman-teman dan para guru disana, mengapa ia harus murung seperti itu.
"Waduh, thanks banget semuanya ya... kalo soal kenapa gue murung... penyebabnya bukan susu yang sering gue minum! Satu-satunya penyebab kenapa gue jadi depresi adalah... kok bisa ya, film Holywood jadi nunggak bayar pajak distribusi!!!"
Jiaaaaaaah, jadi kembali ke persoalan pertama deh... parah!
Harry Potter and the Bacteria-formula MIlk
The End
Writed by : Adit Linkkar Al Imaji
continuation of "The Deadly Hallows" could not be enjoyed by lovers of cinema homeland. All right then, rather than
dizzy ... This is a short story from one of the sequel film Harry Potter, who was born through by my wild imagination.Coincides with the atmosphere of Harry Potter fans in Indonesia. So, do not miss! Read, and watch the movie later in youre imagine, hehehe
Harry Potter and Bacteria formula milk
The sequel is born from a story in which Harry Potter has just entered the wizard school of Hogwarts! Harrystill small and cute is still a bit traumatized over an initial attack by one of the minion of Lord Voldemorts. Where is the post-incident, he seemed a bit confused ... somewhat restless and agitated ... eventually become malnourished! No doubt, this incident was
invite compassion of two best friends, Ron and Hermione, and with Dumbledore the Principals. They try
approached in the hope that Harry vent, but it turns out all the effort failed my friend! Harry was still silent
language, they must find a way so that she can be happy again.
There are so many ways that have been done Ron, Hermione, Hagrid, Dumbledore, et al. to make Harry Potter smiled. Ron asked her to step on a movie screen in the village, but Harry Potter not like "Satria Bergitar" Film! Hermione with her inner beauty invites Harry to go to a salon, uh ... instead he fled because his hair would be cut Mohawk! Hagrid also failed to transport them to go see the Komodo dragon (Harry said, Komodo has threatened not nominated wonders world). Moreover, Dumbledore, far from managed to persuade it to play chess ... Harry escaped again went to the cafe to play the game online! All of their efforts in vain, my friend! So what else can make it more cheerful? Thought have thought, analysis by the analysis was issued! Harry Potter should be happy,like a pair Anang and Ashanti. Then ... ultimately Prof. Snape was on Dumbledore to give an idea: "Mister, tell him to play Quidditch! Open championship, who knows he wants to be champion this year! ". Answer Dumbledore:" Wow, your idea also steady! Ok! "Naaah after the idea was approved, then at the Quidditch tournament finally begins! So the sentiment Malfoy was a little upset, and grumbled sarcastically. "Argh kid, heartbreak's all up to make a scene one school hell!?!?
Understandably brohters, Malfoy is currently infatuated with the teenage soap opera on TV.
"Jreng!"
Finally, the Quidditch championship begins! All dormitories starting from Gryffindoor until Slytherin had packed and
prepare their respective champion! No exception Harry Potter, he must come, because his duties as a seeker.
Luckily at that team from Gryffindoor not being hit by the dilemma of leadership transition, so that the electoral process
athletes to be not disturbed. This first match should not be wasted from the friends of Harry Potter for
trigger so that he could be back to normal. The game was begun, then Harry flew with
Nimbus 2000, is the favorite!
"WUSSSH !!!!"
Harry Potter and his friends sped! People were shouting: "Gryffindoor stay ahead!". Then reply to the cries of the
Another: "Slytherin is second to none!". The match lasted cried until reporters from all over the country
magic must be covered! They hope to find interesting actions on the field, but it turns out they got a view
more horrendous than that! They almost could not believe what they found. In the stands, just the area
VVIP, it has sat someone very evil and should be in the crease of Azkaban! The man was named Gajous
Trantanz (new character), he is a minion of Lord Voldemort at the same time other members of the assembly Death eaters. Ron
and Hermione, too panicked to see this person, then they decided to go from the stands. Then how about
Harry Potter? Alas! Harry Potter looked exhausted in the game.
"Ron! we die, you see it!?! why Gajous is here!?!"
"Not maybe! Gajous was not long hair!"
"Stupid! could have him wear a wig! Thinking my friend!"
That debate Ron and Hermione, hurrying down. Meanwhile, Harry Potter appears in the field
tortured and almost died! Then Dumbledore did not want to stay silent. He told the committee to stop the match,
then prepare for the evacuation of spectators and anyone who was there. The panic occurred, but thanks to professor
Snape ... all were successfully sedated and Gajous suddenly disappeared from the stands!
"Snape! Try your check, Gajous lest we run into the chamber of secrets!"
"come on sir, do we still have a secret room? Not already sold to foreigners!?!"
"Yes there is! Not all of them!"
Dumbledore and Snape had a little debate, but ultimately used the hypothesis of Dumbledore. Snape's run for
Gajous, Dumbledore flying save Harry Potter from the accident flight itself. He wanted to bring Harry home
sick, but nevertheless. Dumbledore thought if he ever gets the case when claiming that the nearest hospital. Dumbledore
Harry Potter was then carried on his shoulders, he was no longer trusted with the security in their own school.
"Many terrorists, really mad!"
While Dumbledore is busy taking care of Harry Potter, is to what extent Gajous Trantanz run? Ah! Again
Professor Snape's too late! It turns out the villain that was already long until the secret room, and caught by Ron and
Hermione! They had collided magic, spells fight, until the race debate such as the right of interpellation! Not too long Gajous caught, knowing ... previously he was only commissioned by Lord Voldemort to do evil in the world of administration only.Ron and Hermione what he had asked to come in here, and Gajous answered by brandishing a book that he embraced in
chest (it turns out that the book contains imagery of Lord Voldemort to be included in secret in the school curriculum).
Then, if Gajous was sent all the way just to do the job just academic crime? No! After Snape came,
he forced Gajous to open your mouth! With emergency and robbery interrogation wand in front of his eyes, Gajous
scared! Claiming he had to smuggle something else at the Hogwarts school kitchen area!
Facts smuggling Gajous back makes surprise! Ron and Hermione finally went quickly toward the kitchen,
Snape left along with the conmen. They dismantle anything suspicious there, ranging from ice chests
fish and meat balls (in case something containing formalin), sweetly fragrant package (who knows inserted preservative of materials paint), until the boxes of noodles (lest there are levels of chemicals that can not tolerate). All have been inspected,negative results. But Ron and Hermione do not despair that fast. He recalled that Harry Potter's often drank milk
lately!
"Ron, you try to make milk from the product packaging that! later gave me a mantra!"
Hermione screamed. He is very confident that the milk that was there was the one who wreaks havoc on his friend
it. At first Ron did not want to, but after being forced ... Ron yield. He made the milk, and Hermione gave a spell, then what they find!?!"Oh Gooood! It's a formula Germy! So this is often taken from Potter!?!"
They both cried out in surprise. How could I not? Who would have thought that the content of their usual milk
drinking should something harmful in it? This fact is then submitted to prof. Dumbledore, but Snape's expert
potion even confused and denied.
"No way! I already check, and it did not even milk contain bacteria that are heated from 100 through
degrees celcius! "
"Yaaaai maybe we missed, fellas! Indeed I was wrong, so far the supervision of food and beverages not
never strict at this school! "
Dumbledore was just as confident with Ron and Hermione. Snape was also forced to go sure, the problem is the milk
indeed been manipulated by Gajous Trantanz and devoted exclusively to Harry Potter. They were surprised, but
finally relieved. Because these events were discovered quickly, and handled by appropriate experts, together with
principal who is honest, fair and firm! Finally, Harry Potter was safe, Gajous Trantanz jailed again, then
Azkaban prison chief was fired from his position.
Then if after this Harry Potter could really cheer again as usual? Ah no! Milk
Germy the formula in packaging that had indeed been made weak, but not the cause of all that happened. After
Harry Potter conscious, he finally admitted a another secret to their friends and teachers there, why he should
moody like that.
"Wow, thanks ... if ya really all about why I'm depressed ... cause is not that often I drink milk!
The only reason why I was so depressed ... how come, so Hollywood film distribution owe taxes! "
Geeees, soback the first question ... What kind of story!?!
Harry Potter and Bacteria formula milk
The End
Adit Linkkar Al Imaji
The End
Adit Linkkar Al Imaji
Cerita lucu dan gokil - RAYUAN GOMBAL MEMBAWA GAGAL!
Ini adalah pengalaman dari seorang teman saya (TS) yang kebetulan ingin berpacaran dengan tiga calon pasangan (CP 1,CP 2,& CP 3) yang sarat ilmu dan "professional di bidangnya"! Lumayan tragis,dimana impiannya yang penuh bunga-bunga itu harus kandas gara-gara "salah ucap kata dalam merayu". Apa sebenarnya yang telah dia katakan? Semuanya tertulis dibawah ini.
*RAYUAN GOMBAL MEMBAWA GAGAL!*
Kesalahan pertama! Analogi yang membawa benci.
(Bacalah dialog dari kejadian mereka)
Kesalahan pertama! Analogi yang membawa benci.
(Bacalah dialog dari kejadian mereka)
Action : Pedekate di rumah makan.
"Wah,benar-benar indah malam ini..." TS bersandar dengan elegan sambil melihat langit, lalu CP 1 pun bertanya : "Loh... emang napa?". "Duh, kamu nggak lihat? Lihatlah sang rembulan,wahai gadis! Benar-benar indah...seindah wajahmu!" TS langsung melancarkan serangan gombalnya,tapi tiba-tiba CP 1 kaget! "Wajahku?!?" "Iya, wajahmu!" TS pun tak kalah semangat menegaskan,dia tidak mengira CP 1 malah menjadi sangat marah saat ini! "Kurang ajar!!!" CP1 berteriak,TS panik. "Loh,kenapa!?!" Balas CP 1 "Kamu nggak tahu!?! Bulan itu kan permukaan tanahnya kasar,bopeng,berisi batuan,dan tidak cocok untuk mahluk hidup! Jadi maksud kamu wajah saya seperti itu!?! Nggak terawat,jerawatan,banyak flek,dan mengerikan ya!?!"
BYUR!!!
TS : !?!?!?!?!?!?! (bingung dan bernasib malang karena disiram air kobokan)
BYUR!!!
TS : !?!?!?!?!?!?! (bingung dan bernasib malang karena disiram air kobokan)
Itulah kesalahan pertama,jadi pelajaran yang bisa didapat adalah : "Jangan memakai rayuan TS didepan ahli astronomi"
*RAYUAN GOMBAL MEMBAWA GAGAL!*
Kesalahan kedua,TS tidak hati-hati merayu ahli biologi.
(Pertemuan kali ini terjadi pada saat Janjian di taman kota)
TS : Neng,kalok aku pikir-pikir... kita ini adalah pasangan serasi loh!
CP 2 : Serasi? Serasi apanya mas?
TS : Ya.. cocok aja! Kamu nggak liat kita berdua? Ibarat yang ada di taman ini loh! Aku jadi kumbang,kamu jadi bunga! Begitu...
CP 2 : Ah, yang bener mas!?!
TS : Iya bener,kenapa? Percaya aja deh sama aku!
CP 2 : Wah,gitu ya!?! Kalok gitu gawat nih! Mas,aku pulang aja yah!
TS : Kok pulang? Kenapa sih??
CP 2 : Aku nggak mau sama playboy kayak mas! Daaaah!
TS : Playboy!?! Kok playboy!?! Waduh! Neeeeeng!! (berlari mengejar CP)
CP 2 : (udah hilang ditelan taman)
Sepintas memang tidak ada kesalahan ucap yang tampak dari TS. Tapi kalau diperhatikan lagi,CP sudah ill feel gara-gara sebuah ucapan. Yaitu :"Kalau ia bunga, maka TS menjadi kumbangnya!". Dalam analisis CP, Berarti TS hanya ingin datang dan menghisap habis madu cewektersebut... setelah itu langsung terbang menuju bunga yang lain! Gimana nggak playboy coba???
*RAYUAN GOMBAL MEMBAWA GAGAL!*
Kesalahan ketiga,ini yang paling parah...
TS sudah terlanjur cinta,rayuan maut, benar-benar menjadi neraka!
(ceritanya TS habis kenalan,menjelang subuh di dalam sebuah gang)
TS : Ah nggak nyangka,kamu orangnya ramah juga ya?
CP 3 : Ah,masa sih bang??? Aku jadi malu deh...
TS : Gak usah malu,santai aja. Aku nggak gombal loh! Tapi emang bener...
CP 3 : Iiiih..romantis amat sih! Jadi pengen deh punya pacar kayak abang!
TS : Loh, siapa takut?! Aku lagi jomblo nih!
CP 3 : Wah,yang bener bang!?!
TS : Iya! Kalo kamu mau jadi pacar aku, aku rela berkorban apa saja!
CP 3 : Serius!?!
TS : Serius! Aku rela ngorbanin semua buat kamu,cantik! Yang penting kamu bahagia!!!
CP 3 : Wah,kebetulan banget nih bang! SUIIIIIIIT!!!! (Bersiul dengan keras di dalam gang itu)
TS : Wah! Kok jadi siulan? Kenapa,cantik?
CP 3 : Panggil temen-temen bang...
TS : buat apa?
CP 3 :Ya buat rampok abang! WOOOOOOI TEMEN-TEMEN! KE SINI! kITA HABISIN AJA DUIT NIH ORANG! (berteriak keras kepada teman-teman lelakinya yang sangar dan baru saja berdatangan)
TS : !?!?!?!?!?!?!?!?!?!?
Akhir kata... mau bagaimana lagi? TS pun kena rampok,karena yang ia rayu adalah salah satu anggota komplotan garong profesional! Ini benar-benar menjadi pelajaran yang sangat sangat sangat berharga untuknya dalam perjuangan untuk mendapatkan pujaan hati. Tapi,untuk yang terakhir ini TS sebetulnya nggak boleh marah sih... kan udah dibilang "mau berkorban apa" saja buat cewek tersebut? hehehe...
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA,GAN! MUDAH-MUDAHAN ANDA DAN SAYA BUKAN TS YANG LAIN DI MASA MENDATANG... THANK YOU!
Wawancara spesial - Pemberantasan korupsi
Sahabat Al-Imaji, korupsi dan tindak kejahatan orang berdasi makin menjadi-jadi di berbagai negara dalam dunia. Hal ini seakan menjadi endemik yang berkepanjangan,seolah memang tiada batasnya. Korupsi perlu dibasmi,tapi apa bisa?Simak obrolan tidak panjang kita bersama seorang bapak yang tentu saja,kredibilitasnya belum sempat diketahui.
WAWANCARA SPESIAL AL-IMAJI
Tema : Pemberantasan korupsi
Tema : Pemberantasan korupsi
Narasumber :
Bapak J.A.Willis,S.p.b.u
Pengamat dan pemerhati sospol negara Utopia
Bapak J.A.Willis,S.p.b.u
Pengamat dan pemerhati sospol negara Utopia
* Selamat siang pak? Boleh ngobrol sebentar kan?
- Boleh! Tapi jangan lama-lama... sebab saya nggak dibayar disini.
* Iya deh, kalo gitu langsung aja. Menurut bapak, koruptor itu cocok tidak untuk diberi hukuman mati?
- Hm, sebenarnya itu terlalu kejam. Saya tidak setuju! Lebih baik koruptor itu diberi hukuman yang lain. Misalnya hukum gantung,hukum penggal,atau kursi listrik. Begitu...
* Lho? Itu kan hukuman mati juga pak?
- Ya tidak lah! Yang saya tidak setujui itu bukan hasil hukumannya,tetapi hanya pemakaian istilah saja. Kata "Hukuman mati" terlalu kejam,lebih baik diganti dengan istilah lain seperti yang telah saya katakan tadi.
* (reporter menggumam :"Hm.. bukankah justru kata "hukum penggal" yang lebih sadis..?") Ah ya sudah! Pertanyaan berikutnya pak... Menurut anda, apakah korupsi bisa dibasmi?
- Pertanyaan yang sulit. Kalau saya bilang "iya",nanti kamu katakan praktek ini memang telah ditakdirkan ada sampai akhir zaman... Kalau saya bilang "tidak" berarti saya juga tidak mendukung pemberantasan korupsi. Kalau begitu saya jawab "may" aja deh!
* May?
- Yup! Maybe yes, maybe no!
* Ah! Bapak kayak si Ringgo aja!
- Siapa Ringgo? Anakmu ya?
* Waduh, kembali ke fokus kita pak! Jadi,cara apa yang paling tepat bisa kita lakukan untuk membasmi korupsi?
- Simple saja! Kalau ada desas desus praktek itu... kan tinggal diusut,ditangkap,dan diberi sanksi. Mudah kan?
* Iya kalo itu saya juga tahu pak! Maksud saya,bagaimana penjabaran cara itu, gitu loh!
- Lhaaa??? Kok bertanya sama saya?!? Saya bukan penyidik,bukan hakim,gimana sih?
* Tapi seharusnya kan bapak kasih rincian yang lebih jelas! Ingat pak,bapak itu narasumber!
- Lho? Lantas yang bilang saya tukang sumur siapa? Kamu jangan nyebarin gosip loh ya!
* Aduh aduh udah deh! Capek ngomong sama bapak! Gini aja, obrolan ini kita tutup deh! Ada pesan terakhir sebelum saya tinggalkan???
- Ah... ada!
* Apa?
- ya... ada!
* Apa, yang ada???
- Ya ampun, gimana sih...itu loh,ada!
* Iya paaaak... ada apa!?! Apa yang ingin bapak sampaikan!?!!?!?!
- Kamu kok nggak mudeng? Yang ingin saya sampaikan ya kata "Ada" itu!
* BRUK!
- ...?????????...
(Waduh pembaca,berhubung reporter kami jatuh pingsan... terpaksa wawancara ini kita tutup dulu! Terima kasih)

















